Nama ilmiah: Capsicum frutescens L.
Nama lain:
- Indonesia: Cabai rawit
- Inggris: Bird’s eye chili
- Malaysia: Cili padi
- Filipina: Siling labuyo
Cabai rawit merupakan tanaman hortikultura semusim. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Indonesia sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu bumbu utama dalam berbagai masakan Nusantara. Tanaman cabai rawit memiliki pertumbuhan berupa perdu dengan batang bercabang, daun hijau berbentuk lonjong, bunga berwarna putih kehijauan, serta buah berukuran kecil yang tumbuh tegak. Buah muda umumnya berwarna hijau, kemudian berubah menjadi merah atau oranye saat masak, tergantung varietasnya. Selain dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, cabai rawit juga mengandung senyawa capsaicin yang memberikan rasa pedas dan memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Manfaat
Manfaat cabai rawit antara lain:
-
- Membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena kaya vitamin C.
- Mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari radikal bebas.
- Membantu meningkatkan nafsu makan.
- Membantu memperlancar metabolisme tubuh melalui kandungan capsaicin.
- Mendukung kesehatan mata karena mengandung provitamin A.
- Membantu menjaga kesehatan jantung sebagai bagian dari pola makan seimbang.
- Digunakan sebagai bumbu alami untuk meningkatkan cita rasa makanan.
Bagian yang dimanfaatkan
- Buah (bagian utama yang dikonsumsi)
- Biji (untuk perbanyakan tanaman)
- Daun muda (di beberapa daerah dimanfaatkan sebagai sayuran)
Kandungan Utama
Kandungan Gizi (per 100 gram, perkiraan)
| Kandungan | Jumlah |
|---|---|
| Energi | ±40 kkal |
| Air | ±88 g |
| Protein | ±2,0 g |
| Karbohidrat | ±8,8 g |
| Serat | ±1,5 g |
| Lemak | ±0,4 g |
| Kalium | ±340 mg |
| Vitamin C | ±140 mg |
| Vitamin A | Tinggi |
Cara Pengolahan
Cabai rawit dapat diolah menjadi berbagai produk dan hidangan, antara lain:
- Dikonsumsi segar sebagai lalapan.
- Diolah menjadi sambal.
- Dicampurkan dalam tumisan, sup, dan aneka masakan.
- Diolah menjadi saus cabai.
- Dikeringkan menjadi cabai kering atau bubuk cabai.
- Diolah menjadi cabai fermentasi atau acar.
Gambar

Referensi Pustaka
- Setyanto, P. (2020). Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Cabai Rawit. Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
- Lili, dkk. (2022). Budidaya Cabai Rawit di Lahan Berpasir. Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
- Ahmad Subhan, dkk. (2023). Budidaya Cabai Rawit Hiyung: Pedoman Umum Standar Operasional Prosedur. Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Kalimantan Selatan.