Srikaya
Nama ilmiah: Annona squamosa L.
Nama lain:
- Indonesia: Srikaya
- Inggris: Sugar apple, Custard apple
- Malaysia: Nona
- Filipina: Atis
- India: Sharifa
Srikaya merupakan tanaman buah tahunan yang termasuk dalam famili Annonaceae. Tanaman ini berasal dari kawasan Amerika Tropis dan telah menyebar luas ke berbagai negara beriklim tropis, termasuk Indonesia. Srikaya banyak dibudidayakan di pekarangan maupun kebun karena buahnya memiliki rasa manis, aroma khas, dan kandungan gizi yang baik.
Pohon srikaya berukuran kecil hingga sedang dengan percabangan yang banyak. Daunnya berbentuk lonjong hingga lanset berwarna hijau, sedangkan bunganya berwarna hijau kekuningan. Buah srikaya berbentuk bulat hingga agak menyerupai hati, dengan permukaan kulit yang tersusun atas tonjolan-tonjolan menyerupai sisik. Daging buah berwarna putih krem, bertekstur lembut, berair, dan memiliki rasa manis. Di dalam buah terdapat banyak biji berwarna hitam mengilap.
Selain dimanfaatkan sebagai buah segar, beberapa bagian tanaman seperti daun, kulit batang, dan bijinya telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Namun, biji srikaya tidak boleh dikonsumsi karena mengandung senyawa yang bersifat toksik.
Manfaat
Buah srikaya mengandung vitamin C, vitamin B6, kalium, magnesium, serat pangan, serta berbagai senyawa antioksidan.
Manfaat srikaya antara lain:
- Membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan vitamin C.
- Membantu melancarkan sistem pencernaan berkat kandungan serat.
- Mendukung kesehatan jantung melalui kandungan kalium.
- Menyediakan energi karena mengandung karbohidrat alami.
- Mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari radikal bebas.
- Daunnya dimanfaatkan secara tradisional sebagai ramuan herbal, meskipun penggunaannya memerlukan kehati-hatian.
- Buahnya baik dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Catatan: Biji srikaya mengandung senyawa asetogenin yang bersifat toksik dan tidak boleh dimakan. Penggunaan daun atau biji sebagai obat tradisional sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan atau ahli herbal.
Bagian yang dimanfaatkan
- Buah (bagian utama yang dikonsumsi)
- Daun (untuk ramuan tradisional)
- Kulit batang (pengobatan tradisional tertentu)
- Biji (untuk keperluan nonpangan, bukan untuk dikonsumsi)
Kandungan Utama
Kandungan Gizi (per 100 gram daging buah)
| Kandungan | Jumlah |
|---|---|
| Energi | ±94 kkal |
| Air | ±73 g |
| Protein | ±2,1 g |
| Karbohidrat | ±23,6 g |
| Serat | ±4,4 g |
| Lemak | ±0,3 g |
| Kalium | ±247 mg |
| Vitamin C | ±36 mg |
| Magnesium | ±21 mg |
Nilai gizi dapat bervariasi tergantung varietas dan tingkat kematangan buah.
Cara Pengolahan
Srikaya dapat diolah menjadi berbagai produk, antara lain:
- Dikonsumsi langsung sebagai buah segar.
- Diolah menjadi jus atau smoothie.
- Dijadikan selai.
- Dicampurkan ke dalam es buah atau salad buah.
- Diolah menjadi es krim atau puding.
- Daun dapat dikeringkan sebagai bahan ramuan herbal sesuai anjuran yang tepat.
Gambar

Referensi Pustaka
- Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia (Jilid 4). Jakarta: Pustaka Bunda.
- Hariana, A. (2013). 262 Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta: Penebar Swadaya.
- Rukmana, R. (2003). Srikaya: Budidaya dan Pascapanen. Yogyakarta: Kanisius.
- Zulkarnain. (2016). Budidaya Tanaman Buah Tropis. Jakarta: Bumi Aksara.