Nama ilmiah: Capsicum annuum L.
Nama lain:
- Indonesia: Cabai hijau, cabai besar hijau
- Inggris: Green chili pepper, Green chili
- Malaysia: Cili hijau
- Spanyol: Chile verde
Cabai hijau merupakan salah satu komoditas hortikultura penting. Cabai hijau pada umumnya adalah buah cabai besar (Capsicum annuum L.) yang dipanen sebelum mencapai kematangan penuh, sehingga kulit buah masih berwarna hijau. Tanaman ini berasal dari kawasan Amerika Tengah dan Selatan, kemudian menyebar ke berbagai negara tropis, termasuk Indonesia.
Tanaman cabai hijau tumbuh sebagai perdu dengan batang tegak dan bercabang banyak. Daunnya berbentuk lonjong berwarna hijau, sedangkan bunganya berwarna putih. Buahnya berbentuk memanjang dengan ujung meruncing, memiliki tekstur renyah, rasa pedas hingga sedang tergantung varietas, serta banyak digunakan sebagai bumbu dan bahan utama berbagai masakan Nusantara. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, cabai hijau juga mengandung vitamin, mineral, serat, dan senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.
Manfaat
Manfaat cabai hijau antara lain:
- Membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan vitamin C.
- Mendukung kesehatan mata berkat kandungan vitamin A.
- Mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari radikal bebas.
- Membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan karena mengandung serat.
- Mendukung metabolisme tubuh.
- Menambah cita rasa dan aroma pada berbagai masakan.
- Berpotensi membantu menjaga kesehatan jantung apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Bagian yang dimanfaatkan
- Buah (bagian utama yang dikonsumsi)
- Biji (untuk perbanyakan tanaman)
Kandungan Utama
Kandungan Gizi (per 100 gram, perkiraan)
| Kandungan | Jumlah |
|---|---|
| Energi | ±40 kkal |
| Air | ±88 g |
| Protein | ±2,0 g |
| Karbohidrat | ±9,0 g |
| Serat | ±1,5 g |
| Lemak | ±0,4 g |
| Kalium | ±340 mg |
| Vitamin C | ±120 mg |
| Vitamin A | Tinggi |
Nilai kandungan gizi dapat bervariasi tergantung varietas dan tingkat kematangan buah.
Cara Pengolahan
Cabai hijau dapat diolah menjadi berbagai hidangan, antara lain:
- Ditumis bersama sayuran atau lauk.
- Diolah menjadi sambal hijau.
- Dicampurkan ke dalam sup, soto, dan aneka masakan.
- Dijadikan acar.
- Dipanggang sebagai pelengkap hidangan.
- Dibuat saus cabai hijau.
Gambar

Referensi Pustaka
- Direktorat Jenderal Hortikultura. (2020). Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Cabai Besar. Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
- Zulkarnain. (2016). Budidaya Sayuran Tropis. Jakarta: Bumi Aksara.
- Prajnanta, F. (2001). Agribisnis Cabai Hibrida. Jakarta: Penebar Swadaya.
- Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA). (2019). Teknologi Budidaya Cabai. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.