Sambiloto
Nama ilmiah: Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees
Nama lain:
- Indonesia: Sambiloto
- Inggris: King of Bitters, Green Chiretta
- India: Kalmegh
- Malaysia: Hempedu Bumi
Sambiloto merupakan tanaman obat semusim yang berasal dari wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara serta telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, termasuk jamu di Indonesia. Sambiloto dikenal karena rasanya yang sangat pahit, yang berasal dari kandungan senyawa aktif andrographolide.
Tanaman sambiloto tumbuh tegak dengan batang berbentuk segi empat dan bercabang banyak. Daunnya berwarna hijau, berbentuk lanset, sedangkan bunganya kecil berwarna putih dengan bercak ungu. Buahnya berbentuk kapsul memanjang yang berisi biji kecil berwarna cokelat. Seluruh bagian tanaman, terutama daun dan batang, mengandung senyawa bioaktif yang banyak diteliti karena berpotensi memberikan berbagai manfaat kesehatan.
Manfaat
Sambiloto mengandung berbagai senyawa aktif, terutama andrographolide, serta flavonoid, saponin, dan tanin.
Manfaat sambiloto yang telah banyak diteliti antara lain:
- Membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
- Mengandung senyawa antioksidan yang membantu melindungi sel dari radikal bebas.
- Berpotensi memiliki aktivitas antiinflamasi.
- Berpotensi membantu menjaga kadar gula darah sebagai terapi pendukung.
- Berpotensi membantu menjaga fungsi hati.
- Membantu meredakan gejala infeksi saluran pernapasan atas ringan berdasarkan beberapa penelitian.
- Digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu menjaga kesehatan secara umum.
Catatan: Khasiat sambiloto untuk pengobatan penyakit tertentu masih memerlukan penggunaan yang tepat dan tidak menggantikan terapi medis yang diresepkan tenaga kesehatan.
Bagian yang dimanfaatkan
- Daun
- Batang muda
- Seluruh bagian tanaman (herba)
Kandungan Utama
| Senyawa | Manfaat utama |
|---|---|
| Andrographolide | Senyawa utama yang banyak diteliti; berpotensi sebagai antiinflamasi dan imunomodulator |
| Flavonoid | Antioksidan |
| Saponin | Mendukung aktivitas antimikroba |
| Tanin | Bersifat astringen |
| Diterpenoid lakton | Berkontribusi terhadap aktivitas biologis tanaman |
Cara Pengolahan
Sambiloto dapat diolah menjadi berbagai bentuk sediaan, antara lain:
- Rebusan: Herba segar atau kering direbus, kemudian air rebusannya diminum.
- Teh herbal: Daun kering diseduh dengan air panas.
- Serbuk simplisia: Herba dikeringkan lalu dihaluskan menjadi bubuk.
- Ekstrak: Diolah menjadi kapsul, tablet, atau cairan oleh industri obat tradisional.
Gambar

Referensi Pustaka
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia (Edisi II). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- Dalimartha, S. (2008). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia (Jilid 5). Jakarta: Pustaka Bunda.