Sawi Hijau
Nama ilmiah: Brassica rapa subsp. parachinensis (L.H.Bailey) Hanelt
Nama lain:
- Indonesia: Sawi hijau, caisim, caisin
- Inggris: Choy sum, Flowering cabbage, Green mustard
- Malaysia: Sawi
- Tiongkok: Cai Xin (菜心)
Sawi hijau merupakan tanaman sayuran daun semusim yang berasal dari Tiongkok dan telah lama dibudidayakan di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Sawi hijau menjadi salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi karena mudah dibudidayakan, memiliki masa panen yang singkat, serta kaya akan vitamin dan mineral.
Tanaman sawi hijau memiliki batang lunak berwarna hijau muda dengan daun memanjang berbentuk oval hingga lanset. Daunnya berwarna hijau cerah hingga hijau tua, bertekstur lembut, dan memiliki rasa sedikit manis dengan sedikit pahit. Sawi hijau sering digunakan sebagai bahan tumisan, sup, mi ayam, bakso, capcai, dan berbagai hidangan khas Indonesia maupun Asia.
Manfaat
Sawi hijau mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin K, folat, kalsium, kalium, zat besi, serat, klorofil, serta berbagai senyawa antioksidan seperti karotenoid dan flavonoid.
Manfaat sawi hijau antara lain:
- Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian.
- Menjaga kesehatan mata melalui kandungan vitamin A dan beta-karoten.
- Membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena kaya vitamin C.
- Mendukung kesehatan tulang berkat kandungan vitamin K dan kalsium.
- Membantu melancarkan sistem pencernaan karena mengandung serat.
- Mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari radikal bebas.
- Cocok dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat karena rendah kalori.
Bagian yang dimanfaatkan
- Daun
- Batang muda
Kandungan Utama
Kandungan Gizi (per 100 gram)
| Kandungan | Jumlah |
|---|---|
| Energi | ±20 kkal |
| Air | ±93 g |
| Protein | ±2,0 g |
| Karbohidrat | ±3,2 g |
| Serat | ±1,2 g |
| Lemak | ±0,3 g |
| Kalsium | ±105 mg |
| Kalium | ±252 mg |
| Vitamin C | ±45 mg |
| Vitamin A | ±223 µg RE |
Nilai kandungan gizi dapat bervariasi sesuai varietas dan kondisi budidaya.
Cara Pengolahan
Sawi hijau dapat diolah menjadi berbagai hidangan, antara lain:
- Ditumis dengan bawang putih dan bumbu lainnya.
- Dijadikan pelengkap mi ayam, bakso, dan mie rebus.
- Diolah menjadi capcai.
- Dicampurkan ke dalam sup atau sayur bening.
- Dikukus atau direbus sebagai lalapan.
- Diolah menjadi jus hijau bersama sayuran lainnya.
Gambar

Referensi Pustaka
- Zulkarnain. (2016). Budidaya Sayuran Tropis. Jakarta: Bumi Aksara.
- Rukmana, R. (2007). Bertanam Sawi dan Petsai. Yogyakarta: Kanisius.
- Cahyono, B. (2003). Teknik Budidaya Sayuran Daun. Jakarta: Penebar Swadaya.
- Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Pedoman Budidaya Sayuran Daun. Direktorat Jenderal Hortikultura.