Seledri
Nama ilmiah: Apium graveolens L.
Nama lain:
- Indonesia: Seledri
- Inggris: Celery
- Malaysia: Daun sup
- Jepang: Serori
- Tiongkok: Qin Cai
Seledri merupakan tanaman sayuran sekaligus tanaman obat yang berasal dari kawasan Mediterania dan telah lama dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Seledri dikenal sebagai tanaman yang memiliki aroma khas sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, pelengkap makanan, dan bahan obat tradisional.
Tanaman seledri memiliki batang pendek dengan tangkai daun yang panjang, beralur, dan berwarna hijau muda hingga hijau tua. Daunnya majemuk, berbentuk menyirip dengan tepi bergerigi. Bunga seledri berukuran kecil, berwarna putih kehijauan, tersusun dalam bentuk payung majemuk (umbel). Seluruh bagian tanaman memiliki aroma khas yang berasal dari kandungan minyak atsiri.
Selain sebagai penyedap masakan, seledri mengandung vitamin, mineral, flavonoid, minyak atsiri, serta berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.
Manfaat
Seledri mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin K, folat, kalium, kalsium, magnesium, serat, flavonoid (termasuk apigenin), serta minyak atsiri.
Manfaat seledri antara lain:
- Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian.
- Mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari radikal bebas.
- Membantu menjaga kesehatan jantung sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
- Membantu menjaga kesehatan tulang berkat kandungan vitamin K.
- Membantu melancarkan sistem pencernaan karena mengandung serat.
- Digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu menjaga tekanan darah dan kesehatan ginjal, meskipun bukti ilmiah masih terus diteliti.
- Menambah aroma dan cita rasa pada berbagai masakan.
Catatan: Pemanfaatan seledri sebagai terapi herbal tidak menggantikan pengobatan medis. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika digunakan sebagai pendamping terapi penyakit tertentu.
Bagian yang dimanfaatkan
- Daun
- Tangkai daun
- Biji (sebagai rempah atau bahan obat tradisional)
Kandungan Utama
Kandungan Gizi (per 100 gram)
| Kandungan | Jumlah |
|---|---|
| Energi | ±16 kkal |
| Air | ±95 g |
| Protein | ±0,7 g |
| Karbohidrat | ±3,0 g |
| Serat | ±1,6 g |
| Lemak | ±0,2 g |
| Kalium | ±260 mg |
| Vitamin C | ±3 mg |
| Vitamin A | ±449 µg RE |
| Vitamin K | ±29 µg |
Nilai kandungan gizi dapat bervariasi bergantung pada varietas dan kondisi budidaya.
Cara Pengolahan
Seledri dapat diolah menjadi berbagai bentuk, antara lain:
- Digunakan sebagai bumbu pelengkap sup, soto, bakso, dan aneka masakan.
- Dikonsumsi segar sebagai lalapan atau salad.
- Diolah menjadi jus atau smoothie.
- Direbus sebagai minuman herbal.
- Dikeringkan menjadi seledri kering sebagai penyedap alami.
Gambar

Referensi Pustaka
- Zulkarnain. (2016). Budidaya Sayuran Tropis. Jakarta: Bumi Aksara.
- Syukur, C., & Hernani. (2001). Budidaya Tanaman Obat Komersial. Jakarta: Penebar Swadaya.
- Hariana, A. (2013). 262 Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta: Penebar Swadaya.
- Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Pedoman Budidaya Sayuran Daun. Direktorat Jenderal Hortikultura.