Nama Latin: Solanum melongena L.
Nama Lain: Eggplant, Aubergine
Terong ungu merupakan tanaman sayuran semusim yang banyak dibudidayakan di daerah tropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 50–150 cm. Buahnya berbentuk lonjong hingga bulat memanjang, berwarna ungu mengilap saat matang, dengan daging buah berwarna putih kehijauan yang lembut. Terong ungu mudah dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena banyak digunakan sebagai bahan masakan.
Manfaat
- Membantu menjaga kesehatan jantung.
- Kaya antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari radikal bebas.
- Membantu mengontrol kadar gula darah karena kandungan seratnya.
- Mendukung kesehatan sistem pencernaan.
- Membantu menjaga berat badan karena rendah kalori.
- Membantu menjaga kesehatan otak melalui kandungan nasunin.
- Mendukung kesehatan tulang berkat kandungan mineralnya.
- Membantu menjaga tekanan darah karena mengandung kalium.
Bagian yang dimanfaatkan
- Buah: Dikonsumsi sebagai sayuran.
- Daun muda: Pada beberapa daerah dimanfaatkan sebagai lalapan atau bahan masakan.
- Biji: Digunakan sebagai benih untuk perbanyakan tanaman.
Kandungan Utama
Dalam 100 gram terong ungu segar mengandung sekitar:
-
- Energi: ±25 kkal
- Air: ±92 g
- Karbohidrat: ±6 g
- Protein: ±1 g
- Serat: ±3 g
- Kalium
- Magnesium
- Fosfor
- Vitamin C
- Vitamin K
- Vitamin B6
- Folat
- Antosianin (nasunin) sebagai antioksidan alami
Cara Pengolahan
Terong ungu dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti:
-
- Terong balado
- Terong goreng tepung
- Tumis terong
- Sayur lodeh
- Terong bakar
- Sambal terong
- Gulai terong
- Pelengkap pecel atau lalapan
Gambar
Referensi Pustaka
- Rukmana, R. 2017. Budidaya Terong.
- Kementerian Pertanian RI. 2022. Petunjuk Teknis Kegiatan Pengembangan Sayuran dan Tanaman Obat